Tolong!
Aku kehabisan kata.
ingin bicara, tapi…
mmm…
…
…
…
begini,
maksudku…
bukan!
bukan itu maksudku…
…
…
…
aaargh!
Tolong!
Aku kehabisan kata.
[makna memang tak seringkas kata. hakikat jauh melebihi luasnya samudera. tak kan pernah mudah mengurainya dalam bahasa. rengkuhlah, bukan dengan kayanya kata, tapi dengan kelapangan Jiwa. selamat menyelami luasnya hakikat... walau tanpa dicumbu kata]
ic@16sya’ban1428
malam, mari kubisikkan sesuatu…
tentang pangeran yang meretas rindu
meronta dalam diam gelapnya rimba
terkatung dalam kesenderian senja

malam, kisahnya begitu pilu
sendiri ia menunggu waktu
tak kentara lagi jejak-jejak yang dituju
sempatkah ia mengerling rindu
ic@9sya’ban1428
12:00pm
kuhirup dalam-dalam hawa baru yang kau bawa siang ini
kesegarannya tak tertampik rasa
hilang sudah segala penat jiwa
denting suaranya mengalun menyapa
walau kau tampak mendera
tapi bulir bening air-mu tepiskan gundah
usir tanah yang menempel mengerak
sapu panasnya rindu yang menggelegak
kupuja-puji kedermawananMu Gusti
berulang kali penuhi rongga dada ini
menggaungkan sejuta harap
akan kehadiranMu esok hari
kuhirup dalam-dalam hawa baru yang kau bawa siang ini
uar harum tanah basah tebarkan asa
…aah ternyata esok masih ada
dalam tuntunan fajar perkasa
ic@9sya’ban1428
11:54
di satu malam yang basah oleh sisa-sisa tetes hujan
yang sudah tumpah di sepanjang sore tadi
di sebuah sudut jalan yang menjorok ke dalam
yang di sana teronggok gelondong kayu pohon tua bekas ditebang
di atasnya menumpang dua orang duduk merapat (more…)
Dan telah Ia cukupkan bagiku, Cinta se-kadar yang aku mampu mengenalnya…
Dan telah Ia cukupkan bagiku, Cinta se-kadar yang aku kuat menanggungnya…
Pasti ada yang keliru dengan caraku mencinta…
Karena Cinta itu sendiri mustahil keliru…
ic@190607 22:04
when i were lonely and sorrow,
where were you?
when others seem show nothing but hatred,
where were you?
when my world became tumbled down,
where were you?
when this pain seems couldn’t be healed no more,
where were you?
when i couldn’t stopped my tears from falling,
where were you?
when i needed you the most,
where were you?
i couldn’t find you…
“… a personal dialogue between me and MySelf.”
ic@200607 09:46am
sepimu memanggil-manggil
aku tersentuh
lisan yang kisruh dengan kata
kelu tak bersuara
menepi…
janjikan kedamaian

diamlah…
kau dengarkah,
ke arah mana langkah-langkah pencinta?
lamat nan khidmat
menggetarkan qalbu terdalam
kutemukan ia
di sudut khalwat
dengan tetes-tetes air mata
…dan sesungging senyum
ic@ 140607
9:42pm
[foto diambil dari sini]
serentaknya pendar-pendar hati dengan pendar-pendar sang matahari,
meninggalkan sebentuk senyum di wajahku, sore itu.
ada sepenggal kisah yang terangkai apik,
yang tak bosan-bosannya untuk diputar ulang… lagi dan lagi. (more…)
dera hujan dan panas matahari berebut saling membunuh
hari semakin bingung untuk menamai musim
kemarau dan penghujan tak lagi punya tempat yang pasti
serupa ketidak kekekalan rasa yang menguar keluar dari dada
cinta dan benci saling berebut saling membunuh
panas dan sejuk bergantian menyusup hati
haruskah begini?
ic@ 16.03.07 11:09
i didn’t know that all this time, i grew up with the attached dirt
i can’t even realize how huge and how annoying the dirt was
people looking at me with the strange look on their face (more…)