serentaknya pendar-pendar hati dengan pendar-pendar sang matahari,
meninggalkan sebentuk senyum di wajahku, sore itu.

ada sepenggal kisah yang terangkai apik,
yang tak bosan-bosannya untuk diputar ulang… lagi dan lagi.

perjumpaan yang berkesan,
saat-saat yang tidak lekang ingatan,
3 jam yang membayar sebuah keletihan penantian.

sejenak pelita kecil pengharapanku kembali berpendar,
walau seringkali terlibas ganasnya rongrongan kecemasan.

kesederhanaannya begitu memukau
karena aku mulai tak terbiasa pada kemewahan

lamat-lamat menyusup lagi sang memori,
mengiringi langkah-langkah ringanku,
…sore itu.

ic@29.03.07/12:03
(…when “less” is “more”)