when i were lonely and sorrow,

where were you?

when others seem show nothing but hatred,

where were you?

when my world became tumbled down,

where were you?

when this pain seems couldn’t be healed no more,

where were you?

when i couldn’t stopped my tears from falling,

where were you?

when i needed you the most,

where were you?

i couldn’t find you

 

“… a personal dialogue between me and MySelf.”

ic@200607 09:46am

sepimu memanggil-manggil
aku tersentuh
lisan yang kisruh dengan kata
kelu tak bersuara
menepi…
janjikan kedamaian

alqur’an

diamlah…
kau dengarkah,
ke arah mana langkah-langkah pencinta?
lamat nan khidmat
menggetarkan qalbu terdalam

kutemukan ia
di sudut khalwat
dengan tetes-tetes air mata
…dan sesungging senyum

ic@ 140607
9:42pm

[foto diambil dari sini]

serentaknya pendar-pendar hati dengan pendar-pendar sang matahari,
meninggalkan sebentuk senyum di wajahku, sore itu.

ada sepenggal kisah yang terangkai apik,
yang tak bosan-bosannya untuk diputar ulang… lagi dan lagi. (more…)

dera hujan dan panas matahari berebut saling membunuh
hari semakin bingung untuk menamai musim
kemarau dan penghujan tak lagi punya tempat yang pasti

serupa ketidak kekekalan rasa yang menguar keluar dari dada
cinta dan benci saling berebut saling membunuh
panas dan sejuk bergantian menyusup hati
haruskah begini?

ic@ 16.03.07 11:09

i didn’t know that all this time, i grew up with the attached dirt

i can’t even realize how huge and how annoying the dirt was

people looking at me with the strange look on their face (more…)

Aku hanya sempalan di salah satu bagian kisah panjang hidupmu,
Jangan kuatir…
Kita sudah sampai di penghujung babak ini.

Betapa murah hati sang Sutradara,
Memberi kesempatan untuk ikut andil,
Menyematkan sentuhan untuk akhir babak ini,
Dengan caraku sendiri…. (more…)

Buluh-buluh rinduku berlabuh di dirimu.
Riak-riak ceritaku berarak-arak menujumu.

Tapi kau tak jua hadir.
Di sangkar yang sudah selesai kujalin. (more…)

labirin2.jpgbebaskan aku dari kisruhnya labirin kehidupan
jalan memutar, dinding-dinding menghadang
kemana berpaling, kutatap hanya penghalang
tak adakah jalan keluar?

“cobalah endapkan rasa, anakku…
bersihkan langit hatimu dari mega
alirkan sungai yang tanpa riak
lepaskan beban yang berkelebihan”

“maka kau akan membumbung tinggi, anakku…
seperti balon kosong yang terbang pergi
menatap hiruk pikuk para pencari
di labirin yang menguji”

“dan seketika labirin tak lagi segelap misteri
ia tergambar dengan pola pasti
jangan pernah keluar, anakku…
karena kau takkan pernah terbebas darinya”

“tembus dan terjang saja rintangnya
toh itu hanya reka matamu sendiri
ikuti alurnya jangan berhenti
sampai kau merasuk ke dalamnya”

“dan kau temukan kemerdekaan
menunggumu dengan damai
di pusat labirin hatimu sendiri”

ic@11mar06/18.00

fairytale3.jpgselamat datang di dunia pura-pura
yang isinya makhluk-makhluk yang pura-pura jadi manusia
aku pura-pura jadi ibunya,
dia juga pura-pura jadi suamiku (more…)

Pernahkah terpikir di benak kita, bahwa kita mungkin pernah ‘mabuk’ dan ‘berjudi’ dalam kehidupan sehari-hari? Ini tentang mabuk yang lain, dan bukan judi yang itu, walaupun prinsipnya sama. Sama-sama ‘menyia-nyiakan’ bahkan ‘menghilangkan’ kemampuan akal pikiran manusia, dan bayangkan tanpa sadar itu kita (atau saya) melakukan itu hampir setiap hari. (more…)

« Previous PageNext Page »